Penulis:
ABUBAKAR IDHAM MADANI
ISBN:
978-634-7569-53-0
Penerbit:
PT Insight Pustaka Nusa Utama
Rp 122.000
Filsafat merupakan alat intelektual yang terus menerus diperlukan. Untuk itu, ia harus berkembang secara alamiah, baik untuk pengembangan filsafat itu sendiri maupun untuk pengembangan disiplin-disiplin keilmuan yang lain. Hal itu dapat dipahami, karena filsafat menanamkan kebiasaan dan melatih akal—pikiran untuk bersikap kritis-analitis dan mampu melahirkan ide-ide segar yang sangat dibutuhkan. Dengan demikian, ia menjadi alat intelektual yang sangat penting bagi ilmu-ilmu yang lain, tidak terkecuali agama dan teologi. Oleh karena itu, mengkaji filsafat Islam tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ia sarat dengan muatan teologis dan historis. Secara historis, tarik-menarik kepentingan bahwa orisinalitas filsafat itu berasal dari Yunani atau Islam adalah fakta yang tak bisa dihindari. Begitu pula, dalam tataran teologis, penerimaan filsafat kerap berbenturan antara pandangan keimanan dan pemikiran liberal.
Saling mengklaim antara ilmuwan Barat dan Islam menjadi lembaran panjang dalam perjalanan filsafat, misalnya Oliver Leaman yang berpendapat bahwa filsafat Yunani sebenarnya pertama kali diperkenalkan kepada dunia lewat karya-karya terjemahan berbahasa Arab, lalu ke dalam bahasa Yahudi dan baru kemudian dalam bahasa Latin atau langsung dari bahasa Arab ke bahasa Latin. Berbeda dengan Al-Farabi yang berpendapat bahwa filsafat berasal dari Irak terus ke Mesir dan ke Yunani, kemudian diteruskan ke Syiria dan sampai ke tangan orang-orang Arab. Dengan demikian, polemik itu tampak ketika hampir semua penulis tidak sama dalam memberikan istilah filsafat Islam, apakah “filsafat Islam” ataukah “filsafat Arab”.